Kamis, 04 Mei 2017

mengatur pola makan yang tepat untuk menurunkan berat badan

Inilah Cara Mengatur Pola Makan yang Tepat Untuk Menurunkan Berat Badan Berikut ini adalah pola makan yang sehat untuk menunjang program penurunan berat badan tanpa harus menahan rasa lapar. 0 Likes0 Share Rate Artikel ini Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, namun efek samping yang harus dialami Ibu adalah rasa lapar berkepanjangan hingga nafsu makan yang tak terkontrol setiap saat. Adakah cara yang efektif agar menurunkan berat badan tidak membuat tubuh ‘meminta makan’ lebih banyak? Kris Gunnars, BSc dari Authority Nutrition pun memaparkan pola makan yang sehat untuk menunjang program penurunan berat badan Ibu. 1. Sarapan Tinggi Protein Mulailah hari dengan sarapan berkualitas. Agar rasa kenyang bertahan lebih lama, Ibu bisa tambahkan asupan protein ke dalam menu sarapan sereal. Menurut studi dari International Journal of Obesity yang mempelajari pola makan 30 wanita berusia 25 hingga 60 tahun, menemukan bahwa wanita yang makanan tinggi protein seperti putih telur mampu menahan rasa lapar, sehingga berat badan turun sebanyak 65%. 2. Minum Air Lebih Banyak Minumlah air mineral tanpa campuran pemanis atau bahan lainnya. Ibu bisa membiasakan minum segelas air, setengah jam sebelum makan. Begitu pula jika rasa lapar datang, minumlah dahulu segelas air putih. Tidak semua sinyal lapar menandakan tubuh memerlukan makanan, ternyata ada kondisi tertentu yang menjadi sinyal palsu sehingga menimbulkan rasa lapar. Terkadang rasa lapar yang timbul ternyata merupakan rasa haus yang dirasakan tubuh. Oleh karena itu, cobalah minum beberapa air putih terlebih dahulu dan tunggu hasilnya. Kebiasaan minum air putih juga bisa membantu menurunkan berat badan dan menurunkan asupan kalori hingga 44%. 3. Lengkapi dengan Serat "Serat dalam makanan berfungsi mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga memungkinkan sisa makanan dapat lebih mudah dicerna dan cepat keluar," ujar ahli gizi Tuti Soenardi. Jadi dengan banyak mengonsumsi serat, pencernaan akan lebih lancar dan juga dapat memaksimalkan pembuangan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Ibu berusia 50 tahun ke bawah sebaiknya mengonsumsi 25 gram serat per hari sedangkan pria 38 gram. Dengan meningkatkan asupan serat, ibu juga bisa mengurangi risiko gangguan jantung maupun diabetes tipe 2 4. Camilan Sayur & Buah Banyak ahli nutrisi memaparkan salah satu kegagalan saat menurunkan diet adalah mengonsumsi camilan yang tidak sehat, sehingga membuat tubuh mengubah kalori dalam camilan menjadi lemak. Meskipun buah dan sayur juga memiliki kalori, namun kandungan serat dan air yang tinggi dalam buah dan sayur, lebih baik untuk melancarkan pencernaan serta mampu menahan rasa lapar. Perlu diingat sayur sebaiknya dimasak dengan diolah tanpa memasukkan kalori tambahan, cukup dikukus atau direbus. Begitu juga dengan buah, jangan ditambahkan sirup atau pemanis buatan lainnya ya bu. 5. Porsi Kecil Tapi Sering Saat ibu kelaparan, tentu porsi menu utama menjadi lebih banyak dan terkadang bisa kalap saat mengonsumsinya. Yuk, bu dicoba mengubah sedikit kebiasaan saat makan tersebut, yakni dengan membagi porsi besar sekali makan menjadi beberapa porsi kecil untuk beberapa kali makan. Hal ini baik untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif dan mencegah keinginan untuk ngemil dating menjadi lebih jarang. 
https://www.sahabatnestle.co.id/content/view/inilah-cara-mengatur-pola-makan-yang-tepat-untuk-menurunkan-berat-badan.html Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.Sumber : http://mygoresankecil.blogspot.co.id/2016/04/tugas-blog-kelas-aa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar